Kelinci Nan Lincah (Part 5)

Cerita Sebelumnya

Yuki sudah berada disamping kevin yang tengah menutup matanya sembari mendengarkan musik. Entah apa yang ia dengarkan. ya, hanya yuki, karena saat jarak Yuki dan Farah sudah dekat, sejurus kemudin seperti Barry Allen dalam the Flash, Farah berlari cepat meninggalkannya. Kini ia seorang diri berhadapan dengan pria yang mengenakan kemeja putih yang digabung dengan sweater navy dan blue jeans dan slim bag yang ia gunakan ia taruh disamping kakinya. Yuki yang melihat itu sontak hampir lupa dengan tujuannya saking memukaunya pria yang akan ia ajak bicara. Jantung Yuki berdenyut. Ada debar-debar aneh yang merayap dalam dadanya. Ia merasakan getaran yang sangat ganjil. Lalu, getaran itu perlahan berjalan tergesa-gesa dalam urat nadinya. Ia merasa tubuhnya memanas. Mungkin pipinya kini sudah memerah. Memang, berdekatan dengan Kevin membuat jantungnya tak sehat. Yuki mulai memanggil-manggil nama Kevin namun tak ada tanggapan, dengan hati-hati ia menggoyang-goyangkan bahu Kevin. Kevin yang tengah menikmati waktunya tertanggu, dengan malas membuka mata dan menatap sinis kearah Yuki.

“Apa ?” tanya kevin tak bersahabat

“Oh ini aku__aku mau……mau……”jeda Yuki lama, menahan nafas karena tak sanggup melihat tatapan hitam yang bisa membuat siapa saja tenggelam. Kevin mengangkat alisnya merasa aneh dengan kelakuan perempuani ini. “Apa? kok gak dilanjutin?”

“Oh__ ini aku –mau –mi minta maaf soal kejadian tadi.” ucapnya terbata-bata

“Oh cuma itu?”tanya Kevin, dijawab anggukan yang takut-takut oleh Yuki. Namun sejurus kemudian Kevin tersenyum,”tapi sayangnya, di dunia ini gak ada yang gratis. Termasuk pemberian maaf.”

“Terus? aku harus gimana?” tanya Yuki takut-takut debarannya terdengar oleh Kevin.

“Lo taukan gue disini , di jakarta belum lama. Jadi this week you take me around Jakarta. Ini bukan pertanyaan, tapi pernyataan. Ok” ucapnya dengan seulas senyuman yang menurut Yuki is very charming.

Tentu saja hal itu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Yuki,”emm, ok aku ini tour guide yang handal.”jawabnya yakin

Entah apa yang Kevin pikirkan sekarang, namun kini Yuki mensalah artikan, bahwa kini Kevin bukanlah terseyum manis namun tengah mengeluarkan smirk nya.

Tak terasa hari minggu tiba. kini Yuki dan Kevin akan pergi bersama. Yuki berencana menunjukkan Kevin ke sebuah tempat yang menjadi tempat favorit bagi banyak orang. Yuki berhenti di sebuah halte, dimana Kevin Berada yang hari ini memakai sweater polos abu-abu dan black pants yang membuatnya terlihat lebih kalem. Ia langsung melemparkan helm padanya.

Yuki memberitahu kevin bahwa akan sulit pergi ke tempat yang akan mereka tuju dengan menggunkaan bus. Yuki menyuruh Kevin untuk naik ke motor yang ia sewa.

“Kalo gitu, gue aja yang ngendarain.”seru Kevin

“Kamu gak tahu dimana tempatnya,”sahut Yuki

“Tapi lo bisakan nunjukin arah-arahnya.”seru Kevin tak mau kalah

“Udah-udah, aku ini pengendara motor yang handal.”

“Tapi nanti bakalan keliatan aneh.”Kevin. Yuki tersenyum lalu menepuk motornya, pertanda meminta Kevin untuk duduk.

Mereka berdua pergi ke tempat yang dituju. Yuki berencana membawanya ke 3 tempat. Yaitu Jakarta Aquarium Indonesia, Dufan dan terakhir pergi ke Jakarta Food & Fashion Festival.

Mereka menikmati hari minggu dengan bersenang-senang. Jujur, Yuki sempat beberapa kali menangkap foto Kevin yang tengah tersenyum kagum. Rasanya bahagia sekali, karena dia mungkin berhasil menjadi tour guide yang handal meskipun hanya untuk Kevin.

Tak terasa malam tiba, mereka tinggal mneuju satu tempat lagi yaitu “Jakarta Food & Fashion Festival”. Banyak orang disana, dan tentunya banyak makanan yang menggugah selera, tanpa sadar akan menelan ludah mereka sendiri. Mereka berkeliling, melihat makanan, serba-serbi pakaian dan tentunya ditemani alunan musik yang membuat orang ingin menyimpan momen ini diingatannya.

Mereka berdiam dijembatan yang dekat dengan festival itu diadakan, menghadap pemukiman warga yang indah dengan banyak lampu yang berkelap-kelip. Tak lupa dengan petasan yang semakin memperindah, lalu rembulan yang nampak yang semakin menyempurnkan.

“Rembulannya indah, kan?”tanya Yuki, membuka percakapan.

Mereka saling memandang langit. Bulan tampak bulat sempurna di atas langit Jakarta.

“Kalau lihat bulan, gue jadi keingetan dongeng” ucap Kevin

“Dongeng apa?” tanya Yuki

“Tentang seorang anak laki-laki yang rela menjadi bulan untuk seorang anak perempuan. Yang seharusnya ia menjadi matahari, setelah mereka kehilangan seorang ibu–dan hidup bahagia”jeda Kevin”namun apa gunanya, mereka tidak akan bertemu ibunya lagi. Dan menurutku rembulan yang mereka anggap indah itu telah menjadi bubur.” Yuki menyimak sekaligus menatap wajah Kevin

“Tapi pada dunia nyata, mau bagaimanapun juga, membujuk dengan berbagai cara, matahari tidak mendengarkan ucapan untuk meminta rembulan malam tenggelam di pelipisnya, atau sekedar menukar nasib dengan ibunya yang telah tiada. Cerita yang terlalu indah untuk dunia nyata. Dongeng yang sia-sia.”Kevin menyudahi ceritanya

“Hmm, tapi menurutku itu tidak sia-sia. Yang ku pikirkan setelah mendengar dongeng itu adalah seorang laki-laki yang tengah melindungi anak perempuan yang masih hidup, karena untuk apa meminta yang sudah pasti kita tahu itu gak akan mungkin. Melindungi sesuatu yang dilindungi ibu si laki-laki itu, sama saja melindungi orang yang terkasih yaitu “ibu”. Dan juga belajar untuk rela mengikhlaskan.”terang Yuki

“Atas dasar apa pemikiran kaya gitu?”tanya Kevin

Yuki berpikir sejenak, “Jika aku meninggalkannya dan tak melindunginya, aku pasti akan menyesal untuk seumur hidupku.”atau mungkin semacam ini,“cintai dia, lindungi dia, saat kau masih bisa bersamanya.” Mungkin itu yang akan ibunya katakan jika ia masih hidup. Semua ibu pasti berpikiran kaya gitu, karena mereka mempunyai rasa cinta yang besar, dan hati yang hangat serta dia aka mengutamakan anak-anaknya ketimbang dirinya sendiri.”Jelasnya

Kevin diam, diam seribu bahasa. Perasaannya kini luruh, bimbang dengan pikirannya sendiri, dan dalam hatinya mulai membenarkan ucapan Yuki. Malam yang penuh kata.

Penasaran dengan cerita selanjutnya?? terus ikuti cerita kami, class 2C 🙂

Cerita Selanjutnya

2 Comments Add yours

  1. avatar Ropida R o p i d a berkata:

    Seru.. eaa.. bahasanya mantul

    Suka

Tinggalkan Balasan ke R o p i d a Batalkan balasan