Hubungan itu seperti gelas kaca. Kadang lebih baik meninggalkan gelas itu pecah daripada menyakiti dirimu sendiri karena menyatukannya.
Anonim
La La Land

Tentang Mia yang bercita-cita menjadi seoran gaktris. Namun, ia menghadapi banyak rintangan, rintangan yang tak mudah untuk dilalui. Ia berulang kali mengikuti Audisi, namun selalu gagal. Di tengah perjuangannya Mia bertemu seorang pianis yang bernama Sebastian.
The Fault In Our Stars

Cerita ini cukup berkesan, ada adegan yang sangat saya suka, antara Hazel dan Gus, ketika mereka pertama kali mereka bertemu di grup/kelas motivasi. Ketika Gus mengejutkan Hazel dengan mengeluarkan Rokok dan mulai menempelkannya di mulut Gus. Ekspresi Hazel yang sangat kecewa kepada Gus karena Hazel begitu terkesan kepada Gus pada saat itu. Namun, Gus ternyata tidak menyalakan rokok itu, itu hanya sugesti yang dibangun Gus untuk melawan penyakit yang di idapnya. “Rokok itu berbahaya, tapi tidak akan pernah punya kekuatan ketika tidak kau beri api untuk menyalakannya”. Secara keseluruhan, film ini memang cukup bagus, memberi pengetahuan kepada masyarakat luas, bahwa pengidap kanker atau penyakit berbahaya lainnya tersebut sebenarnya bukan untuk dikucilkan. Tapi bagaimana kita harus memperlakukan mereka dengan lebih baik. Mereka hidup tidak dengan pilihan mereka sendiri, tapi kita lah yang harus memberikan mereka pilihan yang lebih baik, sebuah kesempatan. Cerita yang diangkat dalam film ini cukup inspiratif bagi saya, karena tidak banyak film yang beredar sekarang ini mengangkat film tentang minoritas. Bagaimana perjuangan kaum minoritas, dikucilkan, diasingkan, dan lain sebagainya.
Midnight Sun

Film drama romantis di film Midnight Sun menampilkan Katie Price (diperankan Bella Thorne) yang mengidap sebuah penyakit langka genetik, Xeroderma pigmentosum atau XP yang membuatnya tidak bisa terkena sinar matahari.
Katie selama ini tinggal di rumah hanya bersama dengan ayahnya, Jack Price (Rob Riggle) sedangkan sang ibu meninggal saat ia kecil karena kecelakaan mobil.
Sehari-hari kegiatan gadis berumur 17 tahun ini home-schooling, bermain gitar, dan hal yang paling ditunggu-tunggu adalah lewatnya Charlie (Patrick Schwarzenegger), seorang anak laki-laki yang ia sukai.
Salam hangat dari Reqfilms 🙂
Semoga kisah kalian happy ending.
